Penelitian Otopsi Psikiatrik Bunuh Diri 2「Indonesia's most popular online gambling game」 Seniman Dijadikan Buku Halaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:OnlineBaccarat

Penelitian iIndIndonesia's mosIndonesia's most popular online gambling gamet popular online gambling gameonesiIndonesia's most popular online gambling gamea's most popular online gambling gametu Indonesia's most popular online gambling gamedilakukan terhadap dua orang seniman lukis kontemporer yang bunuh diri di Yogyakarta pada tahun 2003 dan 2005 berinsial FA dan AS.

Kendati memang banyak risiko gangguan mental yang mengakibatkan seseorang cenderung bertindak bunuh diri, tetapi risiko bunuh diri pada pasien-pasien skizofrenia memang tinggi dan mencapai 10 persen dari kematian akibat bunuh diri.

Dari hasil penelitiannya, ia mendapatkan seorang yang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Pasti akan memberikan pertanda atau warning sign untuk orang-orang di sekitarnya.

Bunuh diri pada skizofrenia cenderung terjadi pada usia yang relatif muda dan 75 persen dari bunuh diri terjadi pada pria yang belum menikah.

Dikatakan Nova, dalam penelitian menunjukkan setidaknya gejala-gejala depresif muncul pada periode kontak terakhir, oleh dua dari tiga pasien skizofrenia yang melakukan tindakan bunuh diri, dan kecil sekali presentasi bunuh diri diakibatkan instruksi halusinasi.

Baca juga: Badan Kesehatan AS Rilis Daftar Pekerjaan yang Berisiko Bunuh Diri

Baca juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia, Mari Peduli Sesama Cegah Bunuh Diri

Sedangkan dalam sebuah penelitian tahun 1999 menyebutkan, 90 persen pasien bunuh diri memang disertai dengan adanya gangguan mental.

Selain banyaknya gangguan mental, kata Nova, bunuh diri merupakan tindakan multidetermined atau banyak faktor penentunya, seperti gangguan psikiatrik, faktor sosial, faktor psikologis, faktor biologis, faktor gentik, dan gangguan fisik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Oleh karena di Indonesia sendiri tidak ada data tentang kejadian kematian bunuh diri, akhirnya ia memilih studi kasus deskriptif berupa otopsi psikiatrik.

Antara lain seperti gangguan suasana perasaan, penyalahgunaan zat, skizofrenia, gangguan kepribadian, gangguan mental organik, psikosis lain, gangguan ansietas dan somatoform, gangguan penyesuaian, aksis, dan ada yang tidak terdiagnosis.

Pada penelitian lainnya yang dilakukan tahun 2004, disebutkan gangguan mental yang dapat mengakibatkan seseorang mengambil tindakan bunuh diri di antaranya karena beberapa faktor.